Udara panas siang menggodaku berjalan ke kulkas untuk mencari kesejukan. Kutemukan stok sekotak daging beku di freezer. Sebagai orang yang belum terlalu piawai memasak, aku masih bingung untuk mengolah daging kurban yang dibagikan dua minggu lalu. Biasanya kalau ada Mama, daging tak akan menjadi stok lama. Mama dan panci prestonya. Bisa saban hari masak daging…
Category: Life
Keluar dari Toxic Relationship adalah Keputusan Terbaikku di Usia 25 Tahun
Waktu itu usiaku masih belasan tahun menuju kepala dua. Belum banyak mengerti dunia. Social media belum banyak membahas toxic relationship. Pola pikir yang belum dewasa membuatku tak mengerti apa yang sebenarnya kualami. Dan apa yang harus kuputuskan dalam menyikapi permasalahan dalam hubungan romansa yang nampaknya.. Romantis.. Euwh. Cinta itu buta. Dan BUDEK sih kalau kata…
25 April di 27 Tahun
Aku terduduk gelisah sendirian di tempat tidurku. Sudah hampir jam 12 malam. Senyap. Kupandang pandang piama ungu yang melekat dibadanku. Perlahan kuambil Rosario dari laci sebelah kanan tempat tidurku. Di dalam keheningan kudaraskan devosi pada Bunda Maria sambil menahan rasa sakit di badan. Waktu itu menuju empat hari kami menjalani isolasi di rumah sakit. Tak…
Pertemuan di Pemakaman
Sebelum kita mulai dekat, tidak banyak kata atau interaksi yang terjadi. Apalagi setelah lulus, hanya terhitung jari menyapa di social media. April 2017, aku dikejutkan dengan kehadiranmu di pemakaman Mama. Menggunakan baju biru seragammu, dan sepatu biru. Tergopoh menghampiriku yang sedang berjalan ke pintu keluar seusai pemakaman, mengulurkan tangan untuk berjabat. Saat itu aku terang…
Tentang Melepaskan yang Tersayang
“Hidup harus jalan terus ya, kita semua harus kuat. Mama kayaknya udah enggak kuat. Tapi Papa kepikiran Adek,” Papa mengajak saya duduk di tangga, membicarakan kemungkinan terburuk di depan mata. Melepaskan yang tersayang. Di balik glass block di hadapan kami, terlihat bayangan Adik saya sedang khusyuk meminta pertolonganNya. Hari itu, Papa sudah enggak mau nengok…
LDR dengan Seorang Teman dari 9 Tahun Lalu
Kalo bukan Erlangga orangnya, saya engga mungkin jalanin ini semua. Karena orangnya memang harus Erlangga
Sekali Lagi
Sekali waktu ingin menyerah, Tuhan kirimkan teman teman di malam natal, bahwa ada orang lain yang bisa mengerti luka sesama Sekali lagi ingin menyerah, Tuhan ingatkan keluarga selalu ada di waktu terpuruk Sekali lagi ingin menyerah, Tuhan kirimkan lagi teman tempat berbagi luka Sekali lagi ingin menyerah, Tuhan kirimkan pendamping yang meyakinkan bahwa semua dilewati…
18 – 27 Tahun
“Kalau ketemu aku di waktu 9 tahun lalu, mau bilang apa?” Aku terkekeh mendengar pertanyaanmu. Memangnya makhluk sejenis Doraemon itu benar benar ada? Pun memang itu terjadi, yang ingin kukatakan padamu yang berusia 18 tahun, mungkin adalah ucapan terimakasih karena telah sangat baik melewati tempaan hidup di satu dekade berikutnya. Kita memang harus bersabar, untuk…
05.00 AM
Aku terjaga sebelum matahari tampak dari kaca kamarku. Kudorong daun jendela agar udara dingin menyapa wajahku. Baru 240 menit yang lalu kutaruh kepalaku di bantal untuk beristirahat. Waktu berjalan dan berlalu begitu saja akhir akhir ini. Sudah hampir 2 bulan kebanyakan orang hanya berdiam di rumah, termasuk aku. Hingga akhirnya terpaksa kami berempat terjebak dirumah…







