Ketika kau bertanya kepadaku tentang cinta, musik di ruangan itu terasa melambat. Aku menarik napas panjang, menjaga ketenangan. Sejenak ku tatap daun gugur di luar, barangkali kutemukan jawaban di helainya. Aku tak menemukannya di kepalaku.
Sering kudengar tentangnya, namun tak sepenuhnya kupahami. Adakah yang benar benar memahaminya? Atau hanya kesombongan semu dari insan yang berpura merasakannya?
Kupikir itu cinta, ketika kugenggam sekuat tenaga agar tak kehilangan. Kupikir itu cinta, ketika tak kulihat lagi dunia luar. Benarkah cinta semenyakitkan itu?
Sampai akhirnya aku terduduk menatapmu hari itu, pelan pelan kulihat cinta di matamu. Memancarkan sinar yang menuntunku pulang. Ternyata cinta tak pernah marah maupun mengekang, ia membebaskan. Juga di atas segalanya. Ia menyelamatkan jiwa remuk yang hampir kehilangan asa.
